Sebagai upaya untuk menyatukan pandangan dalam penyusunan sejarah terbentuknya Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Penelitian dan Pengembangan Derah (Bappeda) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar seminar kedaerahan guna menyusun penelitian dan penulisan sejarah berdirinya Bombana, Senin (26/11/2018) yang dihadiri beberapa Organisasi perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana.
Kepala Bappeda Bombana, Sukarnaeni Arif mengatakan, selama ini Bombana belum memiliki sejarah yang tertulis secara ilmiah. Untuk itu, pihaknya telah menganggarkan untuk pelaksanaan penelitian dan penulisan sejarah berdirinya Bombana.
“Dalam seminar ini, kita gandeng pendampingan dari LPPM UHO sebagai lembaga resmi untuk penelitian dan penulisan sejarah Bombana,” ungkapnya.
Ketua LPPM UHO, Dr. H. Rekson Solo Limba mengatakan, walaupun penulisan sejarah tidak ada yang memenuhi 100 persen keinginan para pembaca, namun dengan adanya kegiatan seminar ini, diharapkan pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan sejarah bisa konsisten dalam penulisan sejarah berdirinya Bombana.
“Kita mau mendapatkan masukan tentang sistematika apa yang perlu ditulis dalam penyusunan laporan penelitian. Sehingga dalam penulisan sejarah hasil penelitian berdirinya Bombana dapat memenuhi aspirasi masyarakat setempat,” terangnya.
Di tempat yang sama, Sejarawan LPPM UHO, Basrin Melamba mengungkapkan, tujuan penelitian sejarah berdirinya Kabupaten Bombana adalah slot 4d untuk mengkontruksi dan merekonstruksi sejarah Bombana sejak tahun 1948 hingga 2008, guna mengetahui siapa saja agen ataupun aktor yang terlibat dalam pembentukan Bombana.
“Penulisan sajarah tentang berdirinya Bombana harus memberikan motifasi serta edukasi terhadap generasi penerus yang ada di Bombana. Agar mereka mengetahui bahwa berdirinya Bombana mempunyai cerita perjuangan para tokoh-tokoh di daerah ini,” tutupnya.